Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Discussion about Islam’ Category

doa

Bismillahirrahmanirrahim…

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…salam penghormatan syurga buat semua muslim 🙂

Pada suatu malam dekat rumah, kami cuma bertiga beranak, tiba-tiba ada ketukan dekat pintu rumah. Lepas tu ada bunyi orang tekan loceng. Jam sudah hampir menunjukkan pukul 1am. Saya memberanikan diri untuk pergi ke pintu (untuk mengintai dari lubang), tiada orang. Fida’ yang terjaga juga mendengar bunyi ketukan pintu. Dia mengengsot ke arah saya, “Ummi, kakak takut”. Saya terus membaca, “Bismillahillazi la yadhurru ma’asmihi syaiun fil ard wala fissama’ wa huwassami’ul ‘alim”. Melihat ketakutan Fida’, saya pegang tangan dia, guiding her to put her own doa to soothe herself, “Ya Allah. Kakak Takut. Tolong jaga kakak, ummi, Faatih dari orang jahat. Jaga kami dari orang-orang jahat. Amin”. Selepas beberapa kata, she keeps repeating, “Kakak dah doakan ummi. Allah dah buat orang jahat pegikan.” I just nod..for hopes they already gone. Alhamdulillah nothing happened to us that night.

***

Baru-baru ni, kulit dia naik some bisul…which menurut doctor homeopathy disebabkan allergy kepada telur, which as per our prediction sebab setiap kali dia makan telur, kulit dia gatal-gatal kat certain parts of her body. So, Fida’ dikuarantin dari makan telur, kek, aiskerim, muffin dan segala jenis yang bertelur….

Selama more than a month kakak tak makan telur and setiap kali tengok orang lain makan telur/makanan berasas telur she kept repeating herself, “Ummi, kakak tak boleh makan telur kan..nanti sakitkan..pastu kakak kene makan ubat pati (homeopathy) kan..nanti baik boleh makan telurkan?”.”Pandai.InsyaAllah nanti baikkan.”

Kesian sebenarnye tengok dia teringin. Apalagi dia memang suka makan telur. Satu hari selepas lebih dari sebulan tak makan telur, kakak pergi rumah jiddah macam biasa waktu ummi pergi ofis. Haritu, seisi rumah jiddah makan nasi lemak. Sepinggan telur goreng terhidang atas meja. Fida’ macam biasa, sampai rumah jiddah, panjat meja, buka tudung saji. “Jiddah masak telur? Kakak nak!”. Okey, takde siapa sempat sorokkan telur. Dia sudah sangat teringin. Soooooooo, even jiddah explaining things, dia dah tak kuasa nak dengar. Dia menjerit-jerit, meraung-raung-“Kakak nak makan telur jugak!!Nak telur…nak telur…”; which at last jiddahlah yang kalah…uhuhu…and kakak dapat telur! Well, when mama deliberate the story, mengenali Fida’ bila dia mengamuk-meraung, apalagi nak cakap…plus, it already happens kan… 😦

DSC00147

Pastu, the next time when it happens semasa dia dengan ummi, I just ask her to read doa makan, then bismillahillazi la yadhurru ma’asmihi syaiun fil ard wala fissama’ wa huwassami’ul ‘alim[1] followed by simple doa “Ya Allah, jangan bagi kakak sakit bila kakak makan telur. Amin.”

Alhamdulillah, things goes well. Setelah dua-tiga kali, setiap kali dia makan telur, sama ada dia tak naik atau kalau naik taklah sesevere dulu.

Tapi, seboleh mungkin, semua telur siblings masih perlu disorokkan daripada dia. Yelah, sebab allergy insyaAllah can re occur again bila kita full blast kan…. 🙂

****

Whether you believe it or not..doa memang menjadi senjata  orang-orang mukmin. Saya percaya, doalah yang menjadikan ibu-ibu Muslim kuat semasa bersalin. Kalau anda ada masa, cubalah bersembang dengan ibu anda atau nurse-nurse di wad labour room, pasti anda akan temui kesimpulan yang sama.

Ibu bercerita, “Masa ibu bersalin abang dulu. Ibu bersalin dekat sebelah bilik seorang Hindu. Masa dia bersalin, dia menjerit melolong sampai kita yang belum bersalin jadi takut tak pasal-pasal. Kita orang Islam jangan macam tulah. Bila sakit nak bersalin, ibu baca ayat kursi..qul huwallah semua. Setengah orang biasa ambil epidural, kalau ibu, tak payahlah. Kitakan orang Islam. The natural it goes, insyaAllah lebih baik.”

Mama pulak, “Bila mama sakit nak bersalin, mama and papa sama-sama baca ayat kursi, rabbi yassir wala tu’assir dan doa-doa lain sendiri-sendiri.” “Amik epidural ke?” “Tak payahlah. Entahlah, memang takde dalil cakap tak salah ambil…tapi rasanya macam as Muslim, better tak ambil”

Dari Wabishah bin Ma’bad ra dia berkata: Saya mendatangi Rasulullah saw lalu beliau bersabda, “Engkau datang ingin menanyakan kebaikan?” Saya menjawab “Ya”. Beliau bersabda,”Mintalah fatwa kepada hatimu. Kebaikan adalah apa yang jiwa dan hati tenang kerananya, dan dosa adalah apa yang terasa mengganggu jiwa dan menimbulkan keragu-raguan dalam dada, meskipun orang memberi fatwa kepadamu dan menegaskannya” (HR Ahmad dan Ad-darimi dengan sanad hasan)

Kadangkala, ilmu yang tebatas menjadikan kita tidak tahu memilih yang terbaik.Maka doalah ubatnya. Doa adalah ibadah sekaligus senjata orang-orang mukmin yang berfungsi membina jiwa dan keperibadian ibu-ibu Muslim yang melahirkan hingga mereka tidak meraung-raung sewaktu proses melahirkan bayi. Alangkah, bersyukurnya- alhamdulillahi rabbil ‘alamin- kerana kita menjadi Muslim. Adakah orang yang lebih sabar, lebih tabah, lebih beretika/berakhlak hatta ketika menghadapi saat-saat melahirkan bayi melebihi ibu-ibu Muslim yang berdoa?

Adakah orang-orang yang lebih beretika/berakhlak hatta ketika menghadapi saat-saat sakaratul maut yang dahsyat kecuali orang-orang Muslim yang berdoa-yang ditunjuki oleh ALlah? Hingga tatkala orang lain menjerit-jerit, atau risau meninggalkan harta dan orang-orang kecintaan tatkala menghadapi sakaratul maut, orang Islam cuma mengucapkan lafaz syahadah “Asyhadu anlailahaillah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah”, seolah mengatakan…telah tamat riwayat sementaraku. Aku menuju ke barzakh dan bertawakal kepada Allah atas urusan orang-orang kecintaan dan harta-hartaku.

zikir

Semoga Allah menunjuki jalan yang yang lurus, agar kita mampu dengan tenang menghadapi sakaratul maut dengan syahadah. Amin.

****

A. SIFAT ALLAH AL-MUJIB

almujibDalam asma’ Allah yang 99, yang paling terkait dengan doa ialah sifat Allah Al-Mujib. Al-Mujib bermaksud Yang Menjawab/Yang Memperkenankan/Yang Memakbulkan/Yang Memotong hingga hamba tidak perlu lagi terus meminta. Al-Mujib cuma disebut sekali dalam AQ. Iaitu dalam Surah AlBaqarah 2:186.

2_186 AlMujib

Dari ayat “Wa iza sa alaka ‘anni fa inni qariib – Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang aku, maka sesungguhnya aku dekat”-Allah memberi pelajaran kepada kita tentang tidak perlunya perantara dalam kita berdoa kepada Allah krn Allah dekat :). Subhanallah walhamdulillah wallahuakbar, nice isn’t it to feel close to our loved ones? 🙂

Ai. CARA BERTAWASSUL MENURUT RASULULLAH SAW

Bagaimanapun, dari kisah-kisah manusia seluruh dunia kita mengetahui sebahagian orang suka bertawassul, menggunakan sesuatu sebagai cara bodek (ayat rocknya :))  agar Allah memakbulkan permintaannya. Bolehke yek?..jeng jeng jeng 🙂

Daripada hadis kita mengetahui ada 3 cara bertawassul yang dibolehkan oleh syarak.

1- Dengan menyebut asma’ Allah sebelum memulakan doa.

Diriwayatkan drp Anas bin Malik ra katanya: Suatu ketika Nabi saw masuk masjid. Ketika itu terdapat seorang lelaki yang baru selesai menunaikan solat sedang berdoa. Dalam doanya dia berkata: Ya Allah, tiada Tuhan melainkan Engkau, Tuhan yang mengurniakan, Engkau Tuhan yang mencipta langit dan bumi, Engkau Tuhan yang memiliki keagungan dan penghormatan. Lantas Nabi saw bersabda: Adakah kamu tahu dia menyeru Allah dengan apa? Dia menyeru Allah dgn namaNya yang teragung. Apabila nama ini diseru, doanya akan diperkenankan dan apabila di minta dengannya, akan diberikan

(HR Abu Daud, al-Tirmizi, al-Nasai dan Ibnu Majah)

2- Bertawassul dengan amal soleh

Dari Abu Abdirrahman bin Abdullah bin Umar bin Khattab ra, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bercerita:

“Sebelum kalian, ada 3 orang sedang berjalan-jalan, kemudian mereka menemukan sebuah gua yang dapat digunakan untuk berteduh dan mereka pun masuk. Tiba-tiba ada batu yang yang besar dari atas bukit bergolek dan menutupi pintu gua, hingga menyebabkan mereka tidak dapat keluar. Salah seorang di antara mereka berkata: “Sungguh tidak ada yang dapat menyelamatkan kalian dari bahaya ini kecuali bila kalian berdoa kepada Allah SWT dgn menyebutkan amal-amal soleh yang kamu perbuat

Kemudian, salah seorang di antara mereka berdoa: “Ya Allah, saya mempunyai orang tua yang sudah renta. Kebiasaanku, mendahulukan mereka minum susu sebelum saya berikan kepada anak, isteri dan budakku. Suatu hari, saya terlambat pulang kerana mencari kayu dan keduanya sudah tertidur. Aku tidak sampai hati membangunkannya, tapi aku tetap memerah susu untuk persediaan minum keduanya. Walaupun begitu, saya tetap tidak memberikan susu kepada keluargaku maupun budakku sebelum keduanya minum. Dan saya menunggu mereka bangun hingga terbit fajar. Ketika keduanya bangun, saya berikan susu itu kepada mereka, padahal malam semalam anakku menangis terisak-isak meminta susu sambil memegang kakiku. Ya Allah, jika aku berbuat itu kerana mengharap redha-Mu, maka geserkanlah batu yang menutupi gua ini”.

Kemudian, bergeserlah sedikit batu itu, tetapi mereka masih terperangkap dalam gua tersebut.

Orang kedua pun melanjutkan doanya:”Ya Allah, sesungguhnya saya mempunyai saudara sepupu yang sangat saya cintai. Saya sangat mencintainya sebagaimana seorang lelaki mencintai seorang perempuan. Saya selalu ingin berbuat zina dengannya, tetapi ia selalu menolaknya. Beberapa tahun kemudian, ia tertimpa kesulitan. Ia pun datang meminta bantuanku, dan saya berikan kepadanya 120 dinar dengan syarat menyerahkan dirinya bila saya menginginkannya.Ketika saya berada di antara kedua kakinya, ia berkata: “Takutlah kamu kepada Allah. Jangan kamu pecahkan delaput darahku kecuali dengan jalan yang benar”. Mendengar yang demikian saya meninggalkannya dan merelakan emas yang aku berikan, padahal dia orang yang sangat saya cintai. Ya Allah, jika perbuatan itu kerana mengharapkan redhaMu, maka geserkanlah batu yang menutupi gua ini”

Kemudian, bergeserlah batu itu, tapi belum dapat membuat mereka keluar dari gua tersebut.

Orang yang ketiga melanjutkan doanya: “Ya Allah, saya menggajikan beberapa pekerja dan semuanya digaji dengan gaji yang sempurna kecuali seorang kerana dia meninggalkan saya dan tidak mahu mengambil gajinya terlebih dahulu. Kemudian gaji itu saya laburkan hingga menjadi banyak. Selang beberapa tahun, dia datangdan berkata: “Wahai hamba Allah, berikanlah gajiku!”. Saya berkata,”Semua yang kamu lihat baik unta, lembu, kambing mahupun budak yang mengembalakannya, semuanya adalah gajimu.” Ia berkata, “Wahai hamba Allah, janganlah engkau mempermainkan aku”. Saya menjawab:”Saya tidak mempermainkanmu”. Kemudian diapun mengambil kesemuanya itu tanpa meninggalkan sedikitpun. Ya Allah, jika perbuatan itu kerana mengharap redhaMu, maka singkirkanlah batu yang menutupi pintu gua ini”

Kemudian, bergeserlah batu itu dan merekapun dapat keluar dari dalam gua.

(HR Bukhari dan Muslim)

3. Bertawassul dengan orang soleh (mesti hidup dan wujud – bukan kubur atau orang soleh yang dah mati)

Rasulullah saw bersabda,”Sebaik-baik tabiin adalah lelaki yang bernama Uways. Dia punya seorang ibu yang dia perlakukan dengan baik. Kalau dia bersumpah atas nama Allah, pasti dia menepatinya. Ciri-cirinya: ada warna putih bekas kusta di tubuhnya. Temuilah dia, dan pintalah dia untuk memohonkan ampun untuk kalian.”

(HR Muslim)

Aii. SYARAT DIKABULKAN DOA

Shooting Your Weapon

Dari Al-Baqarah 2: 186 juga, Allah kemudian berfirman “Ujiibu da’watad da’i iza da’an – Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepadaku”-which makes we smile happily 🙂

Tapi, ayat tu tidak berhenti di situ…Allah kemudian menyambung ayat tersebut dengan “falyastaajiibuli wal yu’minu bi la’allahum yarsyudun-Hendaklah mereka itu memenuhi perintahKu dan beriman kepadaKu, agar mereka memperoleh kebenaran”

Maka disini Allah memberitahu kita-Yes, I will granted whatever your wish are tapi dengan 2 syarat i.e. 1-kamu memenuhi perintahKu dan 2-kamu beriman kepadaKu

Inilah 2 syarat yang as we read, it looks simple but in reality, it isn’t as simple as we thought. Substansi iman kita yang turun naik selalu membawa kita ke realiti yang memaparkan kualiti dan kuantiti amal yang turun naik juga dalam rangka memenuhi perintah Allah. Sekaligus menjadikan kita terpaksa mengintropeksi/memuhasabah diri dan sentiasa membetulkan diri kita setiap hari dalam perjalanan hidup kita agar insyaAllah dengan keistiqamahan kita memuhasabah, beristighfar dan memperbaharui niat, Allah berkenan memakbulkan permintaan-permintaan kita. Terutama permintaan untuk kekal dalam iman, istiqamah dengan iman dan mendapat pengakhiran husnul khatimah. Rabbana, innana sami’na munadiyay yunadi lil iman an aminu birabbikum fa amanna. Rabbanaghfirlana zunubana wa kaffir ‘anna sayyiatina wa tawaffana ma’al abrar-Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman iaitu “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu ” maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami dan matikanlah kami beserta orang-orang yang berbakti-Ali Imran 3:193. Amin.

B. KONSEP PEMAKBULAN DOA

Dalam Surah Mukmin 40:60, Allah sekali lagi menggalakkan kita berdoa,”Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepadaKu, nescaya akan aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembahKu akan masuk neraka dalam keadaan hina dina”

Dari ayat ini, Allah berjanji memperkenankan doa orang-orang yang menyembahNya. Ulama’ menggariskan 3 konsep pemakbulan doa.

1) Allah mengabulkan permintaan si peminta

2) Allah tangguh pemakbulan doa si peminta hingga dia beroleh permintaannya di akhirat. Sahabat Rasulullah saw Khabab bin Arat r.a adalah seorang yang sangat mengimpikan nikmat berlimpah ruah di syurga, hingga dia mengatakan, “Sungguh aku bimbang dengan banyaknya nikmat di dunia, hingga nikmat di syurga dikurangkan”. Subhanallah atas imannya. Kite? Hehe…berharap dapat dua-dua…kadang sampai kalau boleh Allah tidak memberi any ujian pun terhadap keimanan kita. Deng!!! 😀

3) Allah tahan keburukan yang bakal menimpa kita sebanyak permintaan kita. Ni contohnya macam Fida’ punye cerite tadi. Mungkin, kalau dia tak baca doa, banyak bisul yang naik sebab allergy terhadap telur. Tapi subhanallah bila dia baca doa, bisul yang naik selalu tak banyak sangat. Like 1-2 bisul compared to kalau dia tak baca doa.

Dari Abu Hurairah ra bahawasanya Rasulullah saw bersabda:” Akan dikabulkan permintaan setiap orang dari kalian, asalkan ia tidak tergesa-gesa dengan mengucap (pada lisan/hatinya): Aku telah berdoa kepada Tuhanku, tetapi tidak juga dikabulkan.”

(HR Bukhari dan Muslim)

C. ADAB-ADAB KITA BERDOA

Dalam Surah Al-A’raf 7:55, Allah berfirman, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

Maka, dari ayat ini kita mengetahui adab-adab berdoa menurut Al-Quran ialah (1)rendah hati i.e. rasa berhajat yang sampai pada sifat penuh harap tapi tidak melupakan tawakal dan dan redha terhadap ketentuan terhadap permintaan kita.

Yang ke(2)-suara yang lembut sebagai ikutan dari pengharapan, penuh adab, rasa takut dan hormat. Bukan jerit-jerit atau mengugut macam hero hindustan ;p.

D. WAKTU-WAKTU SPECIAL – DOA DIMAKBULKAN

Kat sini ialah collection-collection special time for Muslim to shoot their weapon berdasarkan informer yang paling jujur- Al-Amin, Rasulullah saw. 🙂

1. Antara Azan dan Iqamah

Dari Anas bin Malik ra, ia berkata bahawa Rasulullah saw bersabda:”Doa yang tidak akan ditolak adalah doa antara azan dan iqamah” (HR Tirmidzi)

2. Ketika Sujud Yang Terakhir

Dari Abu Hurairah ra bahawasanya Rasulullah saw bersabda:”Sedekat-dekat seorang hamba kepada Tuhannya adalah ketika ia sujud, maka perbanyakkanlah doa sewaktu bersujud” (HR Muslim)

Dari Ibnu Abbas ra bahawasanya Rasulullah saw bersabda:”Adapun pada waktu ruku’ maka agungkanlah nama Tuhan, dan pada waktu sujud maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa kerana sudah sepantasnya doamu pada waktu sujud dikabulkan” (HR Muslim)

3. Pertengahan Malam

Dari Umamah ra ia berkata: Rasulullah saw pernah ditanya: “Pada waktu apakah doa itu sangat didengar? Beliau menjawab: “Yaitu pada waktu tengah malam yang akhir dan sesudah solat fardhu”  (HR Tirmidzi)

Jabir ra berkata bahawa ia mendengar Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya pada waktu malam itu ada waktu yang jika seorang Muslim menemukannya dan memohon kepada Allah swt kebaikan untuk semua urusan dunia dan akhiratnya, nescaya Allah akan mengabulkan permohonannya itu. Waktu itu ada pada setiap malam” (HR Muslim)

4. Berbuka Puasa

Abdullah bin Amr bin AL-Ash ra berkata, Rasulullah saw bersabda, “Bagi orang yang berpuasa ada waktu berdoa yang tidak akan di tolak” (HR Ibnu Majah)

5. Hari Jumaat antara 2 Khutbah

Dari Abu Hurairah ra bahawasanya ketika Rasulullah saw membicarakan Hari Jumaat, beliau bersabda: “Pada hari itu ada suatu saat, apabila ada seorang Muslim yang sedang solat bertepatan dengan saat itu kemudian ia memohon kepada Allah, nescaya Allah mengabulkan permohonannya”. Dan beliau berisyarat dengan tangannya menunjukkan bahawa saat itu sangat sebentar” (HR Bukhari & Muslim)

6. Bulan Ramadhan dan Malam Laylatul Qadr

Barangsiapa yang berdiri melaksanakan solat pada malam laylatul qadr disertai dengan keimanan dan keihlasan hanya kerana Allah, maka semua dosanya yang pernah ia lakukan diampuni” (HR Bukhari & Muslim)

7. Pada Hari Arafah i.e. pada hari jemaah haji berkumpul melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Rasulullah saw bersabda: ” Sebaik-baiknya doa adalah pada waktu Hari Arafah” (HR Tirmidzi)

8. Dalam Peperangan

Dari Sahl bin Sa’ad ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Ada 2 macam doa yang tidak tertolak atau sedikit sekali akan tertolak, iaitu doa sewaktu azan, dan doa di waktu kemuncak peperangan, yakni ketika pasukan yang satu menyerang pasukan yang lain (musuhnya)” (HR Abu Dawud)

doa

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, nampaknya selesai perkongsian saya tentang doa. Semoga selepas ini, Allah berkenan melorongkan kita peluang untuk lebih banyak berdoa dan kita akan lebih committed untuk mengambil manfaat berdoa pada waktu-waktu peak yang mana our weapon surely shooting its target. Ihdinassiratal mustaqim. Amin.

Rujukan: Nota Taman-Taman Syurga, Riyadhus Shaliheen Imam Nawawi, Taman untuk Anak Soleh Muhammad As Shayim, Indahnya Ramadhan di rumah kita Dr Akram Ridha, Keutamaan Birrul Walidayn Ibrahim al-Hazimiy

[1] “Siapa yang membaca bismillahillazi la yadhurru ma’asmihi syaiun fil ard wala fissama’ wa huwassami’ul ‘alim 3 kali pagi dan 3 kali petang nescaya Allah akan menjauhkan daripadanya segala perkara yang berbahaya dan dia tidak akan ditimpa oleh musibah yang mengejut atau tiba tiba” (HR Abu Daud dengan sanad Hasan)


Advertisements

Read Full Post »

Bismillahirrahmanirrahim…

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Keceriaan melihat perkembangan positif anak-anak merupakan anugerah Ilahi yang tiada tandingannya (Memang kalahlah motto ceria NTV 7..hehe). Alhamdulillah harini Fida’ dah pandai membaca 2 sukukata dari huruf b dan n selain a,i,u dan mengenal a(alif baris fathah), ba(ba baris fathah), ta (ta baris fathah) . Jazakumullahu khairan kathira kepada tenaga pengajar Iman Readers terutama buat Cikgu Rozie, guru kelas Fida’ Afieqah.

Sejak sekolah, buku adalah teman akrab pilihan Fida’ hingga waktu dijangkiti viral fever pun, yang dia sibuk nak bawa ke hospital ialah buku dan pencil box yang berisi colour pencils, gunting dan gam. Subhanallah atas semangatnya :D.

Iman readers menggunakan syllabus Bacalah Anakku untuk pengajaran teknik membaca Bahasa Malaysia. Yang menarik ialah lagu yang disusun untuk mengajar anak-anak mengenal huruf…sangat comel…

ayam

Abu ada ayam a a a

Itik ikut ibu i i i

Ular usik ulat u u u

Bobo main bola b b b

Sani hisap susu s s s

Kakak suka ketawa k k k

Faatih pun enjoy nyanyian Fida’ sampai satu harituh pada waktu malam yang semua orang sangka dia dah tidur, bila Fida’ menyanyi abu ada ayam, tiba-tiba dia sambung a a a :D. As a result, ummi have to restart process menidurkan Faatih yang bertukar mood tidur ke bermain. Huhu

**

Fida’ dan Faatih tau tak yang beberapa surah dalam Al-Quran pun dimulakan dengan huruf. Contohnya Al-Baqarah dan Ali Imran dimulakan dengan alif-lam-mim, Maryam dimulakan dengan kaf-ha-ya-‘ain-shod dan To-Ha dimulakan dengan To-Ha. Apa ye hikmah Allah memulakan surah-surah ni dengan huruf yang belum membentuk huruf? Tertanya-tanyakan? Jeng..jeng…jeng… 😀

Kakak Fida’ dan Faatih tau tak…ada banyak ulama’ tafsir membahas apa yang dimaksudkan Allah dengan huruf-huruf Al-Quran yang tidak membentuk perkataan ni. Selain bersetuju itu termasuk dari rahsia Allah, kesemuanya bersetuju itu adalah cara Allah untuk menarik perhatian manusia untuk mengambil pelajaran dari Al-Quran-the way our teacher ask us to begin essay paragraph with questions..

**

Menurut Sy Qutb dalam Tafsirnya Fi Zhilalil Quran, Allah sengaja menggunakan huruf-huruf ini untuk memberi mesej kepada bangsa Arab secara khusus dan manusia seluruh dunia amnya;

1) Al-Quran itu tidak diturunkan dari bahasa yang baru tetapi diturunkan dengan bahasa yang kamu gunakan setiap hari. Dan huruf-huruf ini bukanlah huruf-huruf baru yang belum pernah kamu dengar, bahkan merupakan huruf yang kamu gunakannya sehari-hari.

2) Untuk membandingkan kebolehan Allah berbanding kebolehan manusia dalam mengatur huruf.

Pada zaman Rasulullah saw hidup, ilmu sastera adalah ilmu yang paling dipuja masyarakat. Dari catatan sirah, kita mendapati cinta mereka kepada syair menyebabkan banyak pertandingan-pertandingan di langsungkan untuk mengangkat mereka yang paling hebat dalam mengatur bait-bait syair. Mendewanya syair hingga menyebabkan tidak sedikit dari masyarakat Arab yang pergi ke pasar bukan untuk membeli barang keperluan tetapi kerana cinta untuk mendengar bait syair-syair dari penyair pujaan mereka.

Allah dalam hal memfirmankan huruf-huruf yang tidak membentuk perkataan menggambarkan kekuasaanNya membentuk Al-Quran yang sasteranya tidak mempunyai tandingan dari hari ia diwahyukan sampai hari ini, bahkan ummi percaya insyaAllah hingga ke Hari Kebangkitan.

Berbeza dengan syair yang merupakan sebuah hiburan yang lapuk setelah berlalunya zaman kemegahan seni sastera, Al-Quran hadir sebagai suatu risalah yang hidup hingga ke hari ini-1400 tahun selepas zaman kehadiran Rasulullah saw kepada seluruh ummat manusia.

Al-Quran bukan hanya hidup sebagai sebuah karya tetapi hidup sebagai manusia seperti yang digambarkan Aisyah r.a ketika ditanya tentang akhlak Rasulullah saw- maka beliau r.a menjawab, “Akhlak Rasulullah saw merupakan akhlak Al-Quran”. Figur-figur manusia yang tersibghah (tercelup) dalam celupan Al-Quran sungguh merupakan figur-figur agung sepanjang zaman sejarah dunia baik dari sudut akhlak mahupun dari sudut amalnya.

Telusurilah sirah kedermawanan Abu Bakr As-Siddiq maka kakak dan Faatih akan kagum dengan sikap tawakalnya kepada Allah ketika berinfaq di jalan Allah ketika dia menebus setiap hamba sahaya Muslim yang diseksa seperti Bilal, Ammar dll hingga tatkala tiba waktu untuk hijrah dari Makkah ke Madinah, Abu Bakr yang sebelum Islamnya kaya tidak lagi berharta. Dalam kisah berinfaq untuk Perang Tabuk, tatkala dia mahu menginfaqkan seluruh hartanya ke jalan Allah, Rasulullah saw yang baik hati dengan concern bertanya kepada Abu Bakr, “Maka setelah ini, apa yang kamu tinggalkan untuk keluargamu Ya Abu Bakr?”. Maka jawapan beliau sungguh mencerminkan seorang yang kuat tertancap keimanan ke dalam hatinya dan kuat kepercayaannya kepada Allah dalam bertawakal tentang sifat Ar-Razzaq; Allah Yang Maha Memberikan Rezeki.”Allah dan RasulNya”

Telusurilah sirah. Maka kelumba-lumbaan mereka mengejar pangkat syuhada’ sungguh mampu menggetarkan musuh-musuh Allah. Allahumma, tsabbit qulubana ‘ala diini wa thoatik. Jadikan kami tergolong dalam orang-orang yang beriman. Amin.

Maka Allah memberi tahu kita, dari huruf-huruf sama yang kamu gunakan, Aku malah lebih berkuasa kerana mampu menciptakan Al-Quran yang hidup sekalipun kamu melihat ia hanya sebuah naskhah bertulis seperti syair-syair kamu. Subhanallah wal hamdulillah wa lailahaillallah wallahu akbar! Sangat mengagumkan.

3) Untuk menunjukkan kekuasaan Allah agar manusia mengakui rububiyah Allah swt.

Dari perbandingan berhubung penggunaan huruf, Allah memaparkan kekuasaanya yang AL-Haya’- Maha Menghidupkan, hingga tatkala manusia hanya mampu mencipta tembikar dari tanah, Allah mencipta manusia yang bernyawa dari tanah. Ketika manusia hanya mampu menciptakan sesuatu yang bergerak bergantung kepada prinsip solar, bateri atau spring, Allah malah menciptakan benda hidup dengan ruhnya.Sekalipun teknologi moden menyebabkan manusia mampu membuat manusia klon, takkan mampu mereka mencipta klon tanpa bahan baku sel yang akhirnya merupakan bahan baku ciptaan Allah swt.

Maka tatkala melihat ini, nak tak nak Allah membawa kita kepada kepada keterpaksaan untuk mengakui rububiyah Allah. Dan beruntunglah orang yang kemudiannya mengucapkan syahadah tatkala menundukkan hatinya, badannya dan lidahnya untuk mengakui Allah sebagai Ilah dan Muhammad saw sebagai RasulNya. Asyhadu an lailahaillallah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah. Moga-moga ALlah berkenan menuntun kita dengan syahadah ini untuk menjadi orang-orang yang beriman pada hari ini dan tetap dalam iman hingga ke akhir hayat. Allhumma tsabbit qulubana ‘ala diini wa tho’athik. Ihdinassiratal mutaqiim.Amin.

Bak kesimpulan lagu Barney The Alphabet Parade and I Love to Read , alphabets forms words and words help us to read  and make we learn new things, Allah pun sebenarnya memberi kita kesimpulan yang lebih mendalam tatkala menurunkan wahyu pertama Iqra’ bismirabbikallazi khalaq; Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan seluruh makhluk.

Iqra'

Allah menyuruh kita membaca dengan nama Allah Yang Menciptakan yang dalam kata lain menyuruh kita membaca dengan sikap ihsan agar dengan ilmu yang kita peroleh, kita bukan sahaja belajar perkara baru, tapi yang lebih penting mengenal Allah sebagai Al-Khaliq dan menjadi orang yang lebih beriman setiap menyingkap rahsia-rahsia ilmu yang baru. Subhanallah walhamdulillah wa lailahaillallah wallahu akbar.

Semoga saja setelah memahami penjelasan ini, setiap kali anak-anak ummi belajar perkara baru, akan lebih taqwanya kepada Allah. Amin ya Rabbal ‘Alamiin.

Read Full Post »

Bismillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang memberikan saya nikmat seorang suami dan para  sahabat yang insyaAllah bergerak menuju keredhaan Ilahi. Kerana tanpa kurniaan ini, mana mungkin saya mampu melihat dunia dengan pandangan mata hati. Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin.

Pertamanya, assalamualaikum warahmatullah buat kawan-kawan pembaca. Entry kali ini lebih merupakan sebuah catatan peribadi sebagai peringatan buat diri saya sendiri. Semoga di masa lain, tatkala saya terlupakan hakikat diri saya, saya akan kembali di ingatkan dengan peringatan ini.

2547841532_47aa03d568_o

Beberapa minggu yang lalu, Izwan menulis tentang remark khatib solat Jumaat yang berkata, “Yang Tak Berkelubung  Pasti Tak ke Syurga, Yang Berkelubung Tak Pasti Ke Syurga”. He was shocked…His exact words was, “I’m not denying for women to cover parts of their body but I was shocked! We are human, and the judging for heaven or hell is 4JJI’s not ours.”

Melihat hal ini saya tidaklah begitu terperanjat. Kerana syaitan selalu melupakan keberadaan diri kita hingga kita berada dalam kondisi perasan benar. Ya, kita memang benar bila kawan kita tak bertudung, dia berdosa kerana tidak menutup aurat. Konsep simple was berdosa, masuk neraka. That was what been thought by us. Tapi persoalannya, (1)apakah boleh seorang dai’e mengambil singkap melabel A akan masuk neraka dan B akan masuk syurga. Itu suatu hal yang lain pula. (2) Adakah kita memang pasti dia tidak mempunyai amal-amal baik yang boleh menghantarkan dia ke syurga?

Apa kata kita kaji hal (1) ini bersama-sama?

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a bahawa Rasulullullah saw bersabda: “Pada zaman Bani Israil dahulu, hidup dua orang lelaki yang mempunyai sikap yang berbeza. Lelaki yang pertama suka berbuat dosa, sementara yang kedua rajin beribadah. Setiap kali ahli ibadah ini melihat temannya berbuat dosa, ia menyarankan rakannya itu untuk berhenti daripada perbuatan dosanya.

Suatu ketika, ahli ibadah itu berkata lagi, “Berhentilah daripada perbuatan dosa.” Ahli maksiat pun menjawab, “Jangan pedulikan aku, terserah kepada Allah yang akan menilai perbuatanku. Adakah engkau diutus Allah untuk mengawasi setiap apa yang aku lakukan?” Ahli ibadah membalas, “Demi Allah, dosamu tidak akan diampuni oleh-Nya atau kamu tidak akan dimasukkan ke dalam syurga Allah.” Setelah kedua-dua ahli ibadah dan ahli maksiat itu mati, Allah swt telah menghakimi kedua-dua mereka di hadapan-Nya. Allah swt menyoal ahli ibadah, “Adakah kamu lebih mengetahui daripadaku? Atau adakah kamu dapat mengetahui apa yang berada dalam kekuasaan-Ku?” Kemudian, Allah berfirman kepada ahli maksiat, “Masuklah kamu ke dalam syurga Berkat rahmat-Ku.” Sementara kepada ahli ibadah dikatakan, “Masukkan orang ini ke dalam neraka.”[1]

Saya pernah mendengar tazkirah seorang sahabat yang mengupas hadis ini. Kata sahabat saya, Allah menghukum ahli ibadah tersebut masuk ke neraka kerana dia telah berbuat syirik kepada Allah dengan menentukan seseorang masuk ke neraka. Ini kerana kuasa menghukum mutlak milik Allah dan bukan sekali-kali hak manusia yang tidak berkuasa atas makhluk yang lain.

Melihat hal ini, saya yakin, Mustafa Masyhur menulis buku “Kami Pendakwah, bukan Penghukum” kerana kecenderungan kebanyakan Muslim yang mengaku dai’e melakukan hal seperti imam dalam khutbah Jumaat tersebut. Seumur hidup saya menjadi seorang Muslim, bukan ini kali pertama saya mendengar komentar-komentar dai’e penghukum.

Melihat hal ini, saya sangat yakin seorang daie yang terpelihara dari sikap menghukum pastilah seorang daie yang dipelihara Allah. Melihat hal ini, saya ingin sekali agar saya tergolong daripada daie yang Allah memberi saya penglihatan dari mata hati agar saya mampu melihat dari perspektif rabbani dan bukan dari perspektif saya sendiri-sendiri. Amat beruntung orang-orang yang mengamalkan doa akhir ma’thurat, “wala takkilna ila anfusina torfata aini wa aqolla min zalika ya ni’mal mujiib-Jangan (Ya Allah) Engkau biarkan nasib kami ditentukan oleh diri kami sendiri; walaupun kadar sekelip mata atau kadar masa yang lebih pendek dari itu. Wahai Tuhan yang paling mudah memperkenankan permintaan (perkenankanlah).”

Menurut pendidik saya yang amat saya kasihi, golongan rabbani yang mampu melihat dari perspektif rabbani hanya lahir daripada orang-orang yang mukhlis. Dan menjadi orang yang mukhlis walaupun merupakan impian banyak orang bukanlah perkara yang mudah. Salah satu perkara yang mesti dibuat untuk tetap menjadi ikhlas kerana Allah adalah memperbaharui niat dengan beristighfar.Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Demi Allah, sesungguhnya aku mohon ampun dan bertaubat kepada Allah lebih dari 70kali dalam sehari” (HR Bukhari)

renovation

Bercerita tentang memperbaharui niat, mari kita sama-sama menyemak Hadis 1/Hadis 40 yang dikumpulkan oleh Imam Nawawi rahimahullah.

hadis1

Daripada hadis ini, kita mendapat kesimpulan bahawa meniatkan sesuatu kerana Allah & rasul menjadikan pekerjaan harian kita menjadi ibadah yang dalam kata lain menjadi nilai tambah bagi seorang yang tergolong Muslim. Dengan niat kerana Allah & rasul, mandi, makan, minum, tidur kita sehari-hari, pekerjaan rumah/ofis sehari-hari menjadi ibadah dan tidak sekadar sebuah adat. Maka, niat menjadikan suatu yang kecil menjadi besar. Subhanallah 🙂

Dalam masa yang sama, niat boleh menjadikan suatu yang besar menjadi kecil. Tercatat dalam Kisah Sirah tentang si fulan yang gugur dalam medan jihad. Para sahabat Rasul saw merasa cemburu melihat  si fulan yang gugur sebagai syahid. Rasulullah saw kemudian memberitakan si fulan masuk neraka. Terkejut para sahabat ra. Rasulullah saw kemudian menjelaskan beliau tidak masuk syurga kerana niat dia berjihad adalah untuk menunjukkan keberanian dan kepahlawannya dan bukan kerana Allah & RasulNya. Maka, niat menjadikan suatu yang besar menjadi kecil – tak bermakna. Huhuhu 😦

Niat adalah sesuatu yang berkait antara keikhlasan individu dengan Allah swt sahaja. Tidak ada seorang pun yang dapat menjangka/mengukur/menilai keikhlasan seseorang. Oleh kerana niat terkait dengan diri kita dengan amal soleh kita hanya untuk Allah, kita mesti mengetahui barometer amal soleh sehingga suatu amal digelar amal soleh. Bak kata Fudhail bin ‘Iyadh, “Sesungguhnya amal perbuatan jika sudah ikhlas namun tidak benar, tidak akan diterima. Jika benar, namun tidak ikhlas, juga tidak diterima, sebelum menjadi amal yang ikhlas dan benar.Ikhlas jika hanya kerana Allah, sedangkan benar jika mengikut Sunnah Rasulullah saw”.

Jadi bagaimana kita mengetahui sama ada amal soleh kita benar-benar dikatakan amal soleh? Menurut Yusuf  Qardhawi, ada 5 syarat sehingga suatu amal boleh digelar suatu amal yang soleh.

  1. Diniatkan kerana Allah
  2. Amal yang disyariatkan-sama ada yang disyariatkan itu wajib, sunat atau harus.
  3. Amal itu dilakukan dengan tekun dan sungguh-sungguh (itqan)
  4. Tidak mempunyai unsur-unsur yang bertentangan syariat
  5. Kalau itu urusan dunia- ia tidak harus melebihi urusan akhirat seperti solat.

Maka, itulah dia syarat amal kita dikira sebagai amal soleh menurut kacamata ulama’ besar, Yusuf Qardhawi. Semoga dengan kita sentiasa memelihara rutin istighfar, memperbaharui niat dalam beramal dan memelihara solat, Allah berkenan menuntun kita untuk sentiasa ikhlas dalam beramal di dunia untuk kehidupan akhirat yang abadi. Amin.

Untuk akhirnya, saya sampaikan berita gembira dari Rasulullah saw buat orang-orang yang tulus ikhlas dengan syahadah mereka, “Rasulullah saw bersabda, “Orang yang paling berbahagia dengan syafaatku adalah orang yang mengucapkan  la ilaha illallah secara tulus ikhlas dari hatinya”(HR Muslim)

Semoga ALlah berkenan menggolongkan kita sebagai orang-orang yang ikhlas kerana Allah hingga ke titisan akhir hayat kita. Amin.

Read Full Post »

Bismillahirrahmanirrahim…

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kawan-kawan…

dsc00510

Harini saya nak share about chicken pox setelah both of my kids dijangkiti virus chicken pox. Orang kata, “Chicken pox ni kene sekali je seumur hidup. Kalau dah kena sekali, biasa tak kene lagi dah”.

Tau tak kenapa? Well, this is because chicken pox is an infection caused by the varicella-zoster virus. The immune system makes antibodies during the infection. These fight the virus and then provide lifelong immunity. Therefore, it is rare to have more than one time of chickenpox. Subhanallah, hebat betul immunity system yang Allah jadikan dalam tubuh kita. “Wa fi anfusihum afala tubsirun-dan di dalam dirimu sendiri, tidakkah kamu memperhatikan?” (Adz-Dzariyat 51:21)

CHICKEN POX TREATMENTS

A. Medical Doctors

Masa Fida’ kene chicken pox, paedetrician Ampang Puteri, Dr Kumari cuma beri calamine lotion dan ubat untuk itchiness sebab dia chicken pox tanpa any fever.

Bila Faatih kene chicken pox, we go to nearby clinics, doktor tu prescribes antibiotics yang dia claim untuk keringkan bintat-bintat yang berair selain dari calamine lotion, ubat untuk alahan/gatal, dan ubat demam. I am not a doctor, but my studies reveal our immune system develops antibodies during the infection (1), and paedetrician did not prescribe antibodies for Fida’ (2), so, I do believe we don’t need antibiotics for our chicken pox’s kids.

From my experiences, I know they’re two types of calamine lotion; i.e. with menthol and without menthol. They’re also lotion types and cream type of calamine. Without menthol works better for my children since Fida’ not complained and Faatih tak nangis-nangis masa dipakaikan ke badannya. With menthol makes Fida’ complained panas and Faatih menangis-nangis selama proses calamine lotion dipakaikan sampai dia kering.

faatih with calamine lotion

Thus, kesimpulannya based on my experiences, what we need from doctors are:

1) Calamine cream/lotion without menthol

2) Medicine for their itchiness

3) Ubat demam sekiranya demam.

Pada zaman sekarang, alhamdulillah kita mempunyai vaccine terhadap chicken pox menyebabkan anak-anak ramai yang terhindar dari chicken pox. Tapi, vaccine merupakan usaha yang tidak menjamin 100% anak kita bebas dari chicken pox seumur hidup. Contohnya Fida’. Fida’ mengambil chicken pox pada usia 1tahun 4bulan, tapi dia tetap terkena jangkitan chicken pox. Bezanya berbanding Faatih yang tak pernah ambil chicken pox immunisation, Fida’ dijangkiti chicken pox tanpa demam sedang Faatih bersamaan demam serentak. Fida’ juga tak naik banyak pada muka tapi Faatih naik penuh kat muka sampai mukanya sembab dengan bisul chicken pox dan kepala terpaksa dibotakkan sebab penuh satu kepala.

Jadi kepada parents, saya sarankan ambillah chicken pox immunisation sekiranya berkemampuan. Menurut kidshealth.org, chicken pox immunisation boleh juga di ambil untuk kanak-kanak berumur lebih 1tahun sebagai prevention act for our children from severity of chicken pox.

B. HOMEOPATHY

As all aware, our family is homeopathy consumers. For chicken pox, homeopathy offers:

1) Syampu Mandian Herba yang digunakan untuk mengurangkan gatal-gatal.

2) Bedak sejuk herba which is clamine lotion siblings.

3) Chicken pox tablets untuk keluarkan semua virus chicken pox (varicella-zoster)

4) Cuci darah tablets untuk hilangkan semua parut pada kulit at the same moment virus chicken pox keluar.

Menurut kawan-kawan, virus chicken pox setelah sembuh meninggalkan bintat-bintat berwarna hitam pada kulit. Alhamdulillah dengan ubat cuci darah, Fida’ punya parut chicken pox dissapear as soon as dia sembuh dari chicken pox. Thus, for hoemopathy medicine I will recommend item 1,3 & 4 to be consumed by parents.

C. TRADITIONAL WAYS

Dari perubatan traditional,

1) Minum air kelapa untuk keluarkan semua virus chicken pox.

2) Mandi air rendaman beras yang direbus bersama daun semambu (untuk menghilangkan gatal according to petua nenek/untuk mengeringkan bisul chicken pox according to K. Suhaila mak Aqilah)

3) Blend daun semambu dan campurkan dengan air rendaman beras dan bedak sejuk (untul gatal/keringkan bisul chicken pox juga)

faatih dan daun semambu

Ketiga ini adalah yang saya buat dengan bantuan mama kepada anak-anak saya.

Dari petua nenek,

1) daun semambu boleh digunakan untuk menghilangkan gatal-gatal dengan diminum air rebusannya dan digunakan untuk menghilangkan parut hitam chicken pox dengan menumbuk lumat dan diletakkan je pada kawasan yang dikehendaki seperti pakai inai cara traditional.

2) jagung muda di parut lumat dan diletakkan pada parut demam campak untuk emnghilangkan parutnya.

Dari kidshealth.org,

1) Oatmeal yang diblender hingga lumat boleh dimasukkan dalam air suam dan dijadikan ubat gatal chicken pox

Tips oatmeal ni mb bagi Malaysian pasti high cost tips tapi bagi Malaysian yang berada luar Malaysia macam Joely, Sis Nurul, Kak Da pasti berguna.

SEVERITY CHICKEN POX BETWEEN ADULTS & CHILDREN

Chicken pox dikatakan severe apabila terkena orang dewasa lebih dari kanak-kanak. Lebih-lebih lagi kalau the adults dalam preganancy period. Saya menyaksikan sendiri apabila pembantu rumah kami dijangkiti chicken pox selepas terjangkit dari Fida’. Ini membuatkan abi sedikit bimbang kalau dia dijangkiti chicken pox sebab dia tak ingat kalau dia pernah dijangkiti chicken pox atau tak. Alhamdulillah pernah menurut ibu dan mak long, orang-orang yang berjasa besar dalam membesarkan abi.

Mak Long kata, “Kalaupun dah kena sekalipun, yang dapat menjamin kita dari betul-batul tak dijangkiti sekali lagi hanyalah Allah. Bacalah “Bismillahillazi la yadhurru ma’asmihi syaiun fissama’i wa huwassamiul ‘alim” banyak-banyak. InsyaAllah tidak dijangkiti lagi” [Rasulullah bersabda kalau kita baca zikir ni kita akan terhindar dr segala mudarat/malapetaka]

“Oh ya tak ya. Terima kasih Mak Long”

Inilah sedikit sebanyak mengenai chicken pox yang saya kongsikan bersama kawan-kawan. Apapun ingatlah selalu setiap penyakit datangnya dari Allah dan kepada Allahlah kembali semua urusan menyembuhkan. Jadi setiap kali berusaha untuk menyembuhkan diri atau ahli keluarga selalulah membaca doa Nabi Ibrahim, “Rabbana ‘alaika tawakkalna wa ilaika anabna wailaikal masir-Ya Tuhan kami hanya kepadamu kami bertawakal dan hanya kepadaMu kami bertaubat dan hanya kepadaMu kami kembali” (Al-Mumtahanah 60:4). Semoga dengannya kita terhindar dari melupakan keberadaan Allah dalam usaha berubat especially bila kita dalam usaha mengubati penyakit yang membawa maut seperti kanser, sakit jantung kritikal dll.

Seorang sahabat yang jauh di mata dekat di hati pernah bercerita tentang ayahnya yang sakit jantung berlubang, buah pinggang, darah tinggi dan kencing manis sekaligus yang didiagnose doktor kritikal dan tak dapat diubati lagi.

“Doktor suruh ayah operate jantung 3 tahun lepas tapi ayah tak nak. Mb waktu tu masih boleh bergerak bebas, jadi takdelah rasa significant untuk buat operation. Sekarang, doktor pulak tak bagi operate. Kata doktor, operate pun dah tak boleh buat apa-apa lagi.”

“Homeopathy dah try?”

“Dah, tapi tak de kesan. Maybe dah teruk sangat kut. Saya risau sebenarnya sebab mak dan ayah skrg ni berusaha jumpa bomoh. Takut syirik. Tempat tu macam pakai jin. Sebab lepas pada operation tu, mak suruh adik pergi Sungai Gombak buang telur dll untuk pengeras bomoh tu. Mintak bantuan jin syirikkan? Yang biasa ustaz-ustaz buat tu halau jin kan bukan mintak bantuan jin?”

Kami yang berada kat situ cuma mengiyakan.

“Saya sedih. Maklumlah ayah orang terpelajar. Dulu, ayah waktu tak sakit selalu mengutuk orang-orang yang berjumpa bomoh. Kata beliau, syirik, perbuatan orang tak berfikir dan orang tak berpelajaran. Sekarang dia pula yang buat. Bila kami adik beradik menasihati, kami malah dimarahi. Mak cakap, “Habis kamu nak ayah pergi ye?” Bukan saya nak diri saya tak berayah, tapi kita ni Muslim. Apapun usaha kita, kalau ajal datang takde yang dapat menghalang. Saya cuma nak dia mati dalam redha Allah. Tolong doakan ayah saya ya”.

Semoga beliau sempat bertaubat sebelum beliau meninggal dunia tempoh hari….

Begitulah luahan hati sahabat saya. setiap mengingat peristiwa itu, saya selalu ingat hadis Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud r.a, “Demi Allah yang tiada Tuhan selainNya, sesungguhnya ada seorang di antara kalian yang sentiasa beramal dengan amalan penghuni syurga, hingga jarak antara keduanya tinggal sehasta, namun ketetapan Allah mendahuluinya, lalu ia melakukan amalan penghuni neraka hingga ia masuk ke dalamnya, dan sesungguhnya ada seorang di antara kalian yang sentiasa beramal dengan amalan penghuni neraka, hingga jarak antara keduanya tingga sehasta, namun ketetapan Allah mendahuluinya, lalu ia melakukan amalan penghuni syurga hingga ia pun masuk ke dalamnya” (HR Bukhari & Muslim)

Semoga Allah berkenan memelihara kita dari syirik. Allahumma inna na’uzubika min an-nusyrika bika syai-an na’lamuhu wa nastaghfiruka lima la na’lamuhu– Allahumma, kami berlindung dari mensyirikkanmu dari sesuatu yang kami tahu, dan kami memohon ampun dari mensyirikkanmu dari sesuatu yang kami tidak ketahui [Doa yang diajar Rasulullah saw untuk menghindari syirik]. Allah, ihdinassiratal mustaqim. Amin.

Read Full Post »

Bismillahirrahmanirrahim…

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Apa khabar kengkawan…sekarang ni kat ofis tengah YEPR (Year End Performance Review) cycle. Uhuh…tak best langsung. Bagi sesiapa yang tak tau, YEPR cycle tu ialah cycle yang tengok our yearly performance. Saya secara jujur selalu berharap saya bekerja kat company yang tak perform YEPR tapi i never found one yet. Downzz 😦

Or at least one YEPR yang tulus suci dari hal-hal selain dari pekerjaan. In my opinion, YEPR ni kan kadang-kadang mcm involve ‘political office’ where you’ve to be known to your senior managers, general managers n whatever kind of managers. Tak cukup kalau cuma our manager yang memang boss kite tu je yang kenal kita dan menjadi saksi terhadap kerja kita. Oh, whats a life….

performance-rev

Kadang-kadang rasa bagus kan kalau kita tak perlu buat YEPR, cukup je malaikat yang bawak turun spesifik amalan kita waktu office hour tu tunjuk kat boss. Ha there you see… I really performing my job ok. Tapi kadang-kadang seram jugak kalau malaikat yang bawak turun spesifik amalan kita kat boss kita. Habis semua rasa tak puas hati kat sesiapa kat ofis terbongkar. Hoah. Agaknya sebab tu HR suruh creates YEPR sendiri-sendiri where in many cases menyebabkan orang-orang yang writing skills dia bagus menonjol even die tak delah perform pun that job. Huhuh. Itulah dunia dan tipu dayanya.

Pada tahun 2008 yang lepas, bulan Ramadhan jatuh pada 1 September menjadikan kita have long weekend untuk menyambut merdeka menurut kalendar Malaysia. Teringat perbualan saya dengan seorang Kristian US Citizen, “So what is your plan for your holiday?”.

“Oh nothing much…I just want to change everything. My hang curtains to clean curtains, the used bed sheets to clean bed sheets, mop the floors, clean the toilets, tidy up everything so I will be happier”

“And all of those for celebrating Merdeka?”

“Oh, you may say that. But, to be honest with you, I never that eager celebrating Merdeka. Actually, I just want to make my family happier in celebrating Ramadhan”

“It will be tiring month next month for everybody”

“Hehe. Maybe, but I don’t want it to be that way. Because we believed Ramadhan is a Holy Month. We celebrate it with digesting ourselves with affordable good deeds that we can. Erm, because we believed we will be rewarded more for every deeds we did in this Holy Month. Perhaps with that, we may enter heaven.”

“Perhaps I may see you in heaven in the after-life”

At that point, I felt a bit uncomfortable. Yelah, I may answer “Yah, I guess so” but it does means saya berbohong. Cemana kalau nanti kat akhirat dia menuntut pada Allah kerana saya tipu. Hoh…habislah…At last a bit awkward saya menjawab,”Erm I don’t mean to offend you (sambil angkat tangan tunjuk mintak maaf), but I don’t believe it that way”

“Perhaps it will be two heavens in the after-life world?” He laughed

“Haha. I’m sorry but I don’t believe it so”

“Yah, its really a sensitive issue on this topics. But I believe God is soooo huge you know. Soo huge that he cannot afford to look for everybody. That’s y at the end people may do whatever they want. And then that’s y come this Jesus to save us for God already neglect us”

Terbelalak mata saya sambil saya tanpa sengaja menggeleng-geleng kepala. “I’m sorry M. But I don’t believe God is like that. You see this OFM software. We are the user of this software. Then, sometimes we encounter problem with this software. What did you do? You contact customer service office right? Why did you care to contact them? Because we think they should know since they’re the engineers who made up this software right? I believed our God is soo clever to creates differentiation in everyone of us…like in our DNA and thumb prints?..which means I don’t believe He is a bad manager at all.

You must encounter soo many managers in your life.You see a good managers care for every staff under his supervisions and bad managers let their staff did whatever they want. You as a father have sets of regulations for your kids. Don’t this, don’t that. Why we do that? Because we want the best out of our children. I believe a good God have to sets regulations to make us a good human. That’s y i wear hijab. That’s y I’m fasting. I am doing all of it because I know my God sets the best rules ever. ”

He then looks at me and said, “Oh…I see your point. Hurm, when you want to go offshore then?”

Hah..tukar topicslah tuh.Hehe….

Sahabat, apabila melihat YEPR dari sudut ini, nak tak nak saya terpaksa mengakui YEPR adalah a good way to manage a company. It makes the president may observe performances of his staff and ensure quality deliverabilities out of his staff. Yalah, of course it wouldn’t be as perfect as catatan malaikat, and full of politicsal office, but we have to accept it as human error if we in the president shoes. “Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (AlBaqarah 2:216)

Setiap kali saya merasa unappreciated dari company tempat saya bekerja kerana overworked due to shortage of manpower dan tidak mendapat reward dari YEPR, saya selalu alhamdulillah merasa bersyukur diizinkan Allah lahir dan tetap sebagai Muslim. Kerana sebagai Muslim sekalipun saya tidak mendapat reward dari YEPR saya di dunia, Allah masih berjanji akan membalas setiap kebaikan sekalipun hanya sebesar zarrah, “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah nescaya dia akan melihat balasannya” (Al-Zalzalah 99:7). “Hal jazaul ihsani illal ihsaan- Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula””(Ar Rahman 55:60). Alhamdulillahkan kawan-kawan sebab kita diizinkan Allah menjadi Muslim? 🙂

Sahabat, mari kita sama-sama meluruskan niat. Agar setiap amal menjadi ibadah dan bukan rutin. Dan agar kita lebih tenang melalui kehidupan dunia kerana percaya keniscayaan balasan akhirat.

Untuk akhirnya, buat Mr M, I dedicate this song for you. May Allah open your heart for Islam. Amin.

There were once some people who all saw their lives like empty boxes.
They looked around the world, collecting up the things they liked.
They filled their lives in boxes with the goodies that they gathered
And they all felt in control, content, and they all felt alright.
They climbed inside their boxes, they settled with their trinkets.
They neither looked, nor learned much more and closed their lids up tight.
Once they’d fastened up their boxes they smiled there inside,
and they all thought in their darkness that the world was clear and bright.
But the world is not a box.
There’s no lid, no doors, no cardboard flaps or locks,
and everything in nature from the clouds to the rocks
is a piece of the puzzle of the purpose of man.
It’s a piece of the peace of Islam.

Along came a wondering wise man whispering such words of truth,
who stumbled on these boxes, so separate side by side.
He knocked upon the first one saying, “Please come out and feel the day”
An answer came from deep within, “You’re not of us please go away.”
He approached the second box and tapped thrice on the lid saying,
“Peace to you inside, shall I show you a new way?”
Someone peeked out from a crack and said, “You may just have a point,
but it’s so comfy in my box, in my box here I will stay”
But the world is not a box.
There’s no lid, no doors, no cardboard flaps or locks,
and everything in nature from the clouds to the rocks
is a piece of the puzzle of the purpose of man.
It’s a piece of the peace of Islam

He stood before the final box, a hiding face peeked out to him,
and much to his surprise, he said “I recognize those eyes!
I see you and you see me, why not come out and be free?
Faith and flowers wilt and die if they are hidden from the sky!
`Cause the world is not a box.
There’s no lid, no doors, no cardboard flaps or locks,
and everything in nature from the clouds to the rocks
is a piece of the puzzle of the purpose of man
It’s a piece of the peace of Islam.

Now centuries lie between all the prophets and you and I.
Civilizations are born and die each and every day.
We see good and bad and happy-sad and mad mistakes
we wish we hadn’t made in our attempt to try and live up to their way.
But if we hide ourselves away, afraid to grow and learn,
we might wake up in the flames of the ignorance that burns,
and we’ll never be much more than only casualties of war
in a struggle we can’t win if we have no faith to begin.
We’ve got to tip the lid and let some sunlight in,
`Cause the world is not a box.
There’s no lid, no doors, no cardboard flaps or locks,
and everything in nature from the clouds to the rocks
is a piece of the puzzle of the purpose of man
It’s a piece of the peace of Islam.

Read Full Post »

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kawan-kawan.

reg-pic

KAKAK FIDA’ DAH SEKOLAH!!!! Yeay! Alhamdulillah!!Bestkan 🙂 Hari pertama kakak Fida’ sekolah habis ummi mengecoh dengan kawan-kawan yang rapat dekat ofis. Baru masuk tadika…belum masuk darjah 1. Hehe. :D. Tapi, ummi percaya, hari pertama sekolah adalah antara moment terpenting untuk sejarah hidup Kakak Fida’ sekalipun hanya Tadika. Kerana ini hari pertama untuk Kakak Fida’ mengenal kawan-kawan sebaya dalam skala yang lebih besar. Mengenal ertikata belajar dalam erti hidup berjadual dan disiplin. Titik menyemai iman dan memanfaatkan potensi akal, rohani dan fizik.

fida-n-aqilah1

Ramai kawan ummi yang complain sebab kata mereka, Kakak Fida’ kecik lagi. Kakak Fida’ memang berumur 4tahun berdasarkan lahir tahun 2005 tapi Kakak Fida’ lahir 28 September 2005 menjadikan Kakak Fida’ baru berumur 3tahun 3 bulan pada tanggal 5 Januari 2009. Tapi orang-orang sekitar especially jiddah, opah, granny, nenek noli, opah bee dll yang mengikuti perkembangan Fida’ semua merasa Kakak Fida’ sudah bersedia untuk ke sekolah. Ummi dan abi pun rasa Kakak Fida’ sudah bersedia. Especially sebab setiap lepas mandi & pakai baju Kakak Fida’ buat announcement, “Kakak dah siap dah, nak pegi sekolah”. Lagi-lagi recently Kakak suka suruh Faatih tunggu luar pintu. Pastu dia bukak pintu, then cakap kat Faatih, “Assalamualaikum Cikgu. Cikgu nak ajar apa harini?” Such a witty child you’re 🙂

Disebabkan Kakak Fida’ pandai dan memang nak pegi sekolah sangat-sangat..dia tak nangis pun hari pertama pegi tadika. Cuma balik sebab Jiddah yang ambik dia complain, “Ummi yang hantar kenapa jiddah pulak yang ambik..Ummi hantar, Ummilah ambik”. (Hehe..pandai sangat cakap :))

she-believed

Alhamdulillah up to last Friday Jan 16, 2009 Kakak Fida’ boleh dikatakan sudah pandai mengadaptkan diri dengan rutin baru. Dah tak nangis kalau bukan ummi yang bukakkan kasut untuk masuk pintu sekolah and dah ok kalau yang ambik dan hantar setiap hari balik ke rumah Tok Chik atau Jiddah. Well done Kakak Fida’! 🙂

fida1

Ummi pernah membaca, “Muslim scholars and Western scholars agreed that the period of 0-6YO is the most critical time in developing a child’s brain”. Dan berdasarkan ingatan ummi hari ini terhadap ilmu yang ummi pelajari selama ummi hidup, ummi sangat percaya tentang hal ini. Ummi mengingat hari pertama ummi masuk tadika lebih jelas dari hari pertama ummi masuk ke universiti. Jujur saja, ummi lebih mengingat apa yang diajarkan cikgu tadika ummi dari apa yang diajar oleh lecturer ummi masa ummi ambil degree di universiti. Menyedari pentingnya hal ini, ummi sampai solat istikharah takut sangat-sangat tersalah hantar tadika. Semoga saja ini benar-benar tadika terbaik untuk pembentukan diri Fida’ di masa akan datang. Amin…

Saya percaya perkara pertama yang harus diajarkan ibubapa kepada anak-anak mereka adalah Al-Quran termasuk kisah-kisah dalam Al-Quran-pelajaran-pelajaran dari ayat, hadis, dan sirah-sirah Rasulullah, para sahabat dan tabi’ tabiian kita. Kerana itu, saya berusaha mencari tadika yang memastikan adanya hafalan-hafalan surah/hadis-hadis pendek sebagai salah satu tolak-ukur pencapaian pelajarnya. Seorang sahabat bertanya, apakah saya punya dalil yang memegang pendirian saya hingga saya bertungkus lumus mencari Tadika yang ada hafazan sebagai salah satu ciri khusus di antara ciri-ciri membaca Bahasa Malaysia, English dan Matematik.

Terpaksa saya mengatakan, saya tidak ada Dalil Al-Quran secara khusus tentang hal ini melainkan sejarah. Sahabat, sebelum saya bercerita tentang kisah tokoh-tokoh silam, saya ingin mengingatkan kawan-kawan akan tujuan asal kita belajar sejarah. Kita belajar sejarah BUKAN untuk peperiksaan. Kita belajar sejarah BUKAN untuk mengenang orang. Kita belajar sejarah agar kita (1) mengambil keteladanan dari pendahulu-pendahulu kita (2) tidak mengulangi kesilapan pendahulu-pendahulu kita.

Ibnu Sina, Al-Khawarizmi dll Tokoh Ilmuwan Islam yang pernah ditayangkan dalam TV3 mempunyai satu karakteristik yang sama.

(1) Menguasai (membaca, menghafaz dan memahami Al-Quran) pada usia muda

(2) Mengusai banyak bidang dalam 1 masa.

(3) Mampu berbahasa dengan banyak bahasa

Ulanglah video Ilmuwan Islam, saya yakin anda mendapati mereka menguasai Al-Quran dahulu sebelum mereka menguasai ilmu-ilmu yang lain.

Tatkala anda membaca sirah tentang sahabat-sahabat kecil Rasulullah saw (Kanak-kanak Islam di zaman Rasulullah saw) diMakkah dan Madinah, anda pun mendapati mereka sebagai orang-orang yang banyak menghafal hadis, dan cerdas mengeluarkan fatwa.Contohnya Khalifah Ali bin Abi Thalib kwj, Ibnu Abbas ra, Annas bin Malik ra dan tak terlupakan Ummul Mukminin Sayyidatina Aisyah binti Abu Bakr r.a.

Sehingga ulama’ sepakat mengatakan hikmah Allah menjadikan Ummul Mukminin Sayyidatina Aisyah binti Abu Bakr r.a sebagai isteri Rasulullah saw pada usia yang muda agar ada orang yang mampu menceritakan bagaimana suami seharusnya/selayaknya dalam menguruskan rumah tangga dan hal-hal kewanitaan seperti mandi haidh dll. Maka buktinya, Ummul Mukminin Sayyidatina Aisyah binti Abu Bakr r.a adalah yang paling banyak meriwayatkan hadis di antara isteri-isteri Rasul saw yang lain.

Ini kerana anak-anak muda mempunyai daya ingatan yang sangat kuat. Mereka mampu merakam setiap perkataan dengan sangat cepat dan tepat. Maka atas dasar sejarah, dan mengenal karakter anak adalah kuat dalam mengingat saya berpendapat, “mengapa mesti kita halakan kepada yang selainnya selain menyemai iman mereka dengan Islam dan hafalan Al-Quran.”

Sejarah Malaysia mencatatkan seorang anak perempuan berusia 13 tahun cemerlang dalam matematik hingga menjadikan beliau diterima masuk Oxford University dan digelar dunia “math prodigy” pada usia 13tahun. Wow! Itu pasti suatu yang sangat membanggakan. Tapi hari ini pada usia 24tahun,beliau menjadi pelacur di Manchester dengan bayaran £130. Ramai Malaysian yang berpendapat ini sebagai “a classic example of a child being pushed too “hard”. A child who was forced into an “education slavery” far too young without letting her being able to enjoy her childhood.”

Tapi saya secara peribadi menolak hal ini. Sebabnya:-

1) Allah berjanji dia akan mengangkat darjat orang yang berilmu, “Nescaya Allah akan mengangkat darjat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan” (Al-Mujadilah 58:11)

2) Sejarah Islam membuktikan Imam Syafi’e menjadi ulama’ besar pada usia 9tahun. Dia mengajarkan Islam pada usia yang kecil dan mampu mengeluarkan fatwa-fatwa yang sesuai dengan adat masyarakatnya pada usia yang muda. Dan dia tak jadi seorang yang tak berpendirian tatkala dia dewasa!

3) Kerana saya percaya ilmu bukan sesuatu yang membosankan tapi perlukan foundation yang membuat orang yang berilmu merasa puas / contented

blur

Kerana itu dalam firman Allah yang kita sebutkan tadi (Al Mujadilah 58:11),  Allah menyebut orang-orang yang beriman sebelum orang-orang yang diberi ilmu. Kerana orang-orang beriman adalah orang-orang yang faham basis semua ilmu kembali kepada Allah. Untuk setiap ilmu dia kembali dekat kepada Allah.

Anda melihat Al-Khawarizmi – tokoh algebra Islam di zaman Abassiyyah, ketika dia memahami dan menginovasi ilmu algebra beliau melakukannya untuk berkhidmat kepada masyarakat yang tentu buat Muslim berupa amal berpanjangan untuk menuju syurga. Beliau dalam bukunya Aljabar wal alMuqabalah menuliskan,”Baginda (Khalifah Al-Makmun) juga memerintahkan saya mengarang sebuah buku ringkas mengenai pengiraan Algebra dan perbandingan kerana ia amat diperlukan dalam pembahagian harta pusaka, wasiat, pembahagian hartanah perniagaan serta transaksi”.

Sampai hari ini setiap kita menggunakan ilmu algebra. Engineer, matematicians, guru matematik, saintis, dll profession menggunakan algebra secara menyeluruh. Subhanallah, sungguh banyak amal Al-Khawarizmi yang berpanjangan. Melihat ini, bagaimana kita mungkin tak tersenyum kerana menjadi Muslim dan mengucapkan syahadah. Amat benar firman Allah tatkala Allah berfirman, ” Dan jangan sekali-kali kamu mengira orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki” (Ali Imran 3:169)

Tatkala memahami iman adalah basis foundation kepada pembentukan peribadi mereka dalam menata ilmu tatkala dewasa, dan 0-6 years is the most critical time in developing child brain…tak mampu saya memberi seruan lain kepada sahabat-sahabat selain hantarlah mereka ke Tadika Islam. Tatkala memahami karakter anak-anak cepat dan cekap menghafal, saran saya hantarlah ke Tadika Islami yang memastikan anak-anak kita menghafal surah-surah pendek Al-Quran.Kerana pada saya, inilah dia bukti kita memang memahami iman sebagai faktor terpenting untuk kejayaan kehidupan anak-anak kita di dunia dan akhirat selain memanfaatkan karakter mereka yang cepat mengingat.

Semoga Allah sentiasa menuntun kita dalam perjalanan mendidik anak-anak. Dan semoga Allah menuntun anak-anak kita untuk mengamalkan ilmu Islam yang kita semai tika mereka kecil untuk sepanjang tempoh pertumbuhan mereka nanti dan menjadi basis bagi mereka menghadapi masyarakat yang berbagai warna. Allah, ihdinassiratal mustaqim. Amin.

Read Full Post »

Assalamualaikum Kak Sarah,

Ape khabar? I’ll post the answer of your questions so that it will benefit all. Anyhow, as u aware, I’m not any expertise when come to education system, so just bear with me a mother who study the iqra’ system ranting on my opinion about iqra’ system.

In my opinion, iqra’ system is good cuz it have systematize the system according to books numbers, and it kind of phonics system where you don’t have to know the alphabets to read, but just read according to the sound of the teachers.The system are proven to help lots of CHILDREN can read Quran in Indonesia, Malaysia, Singapore and Brunei within 6 month time. BUT,

THE GUIDERS NECESSITIES

1) Iqra’ system do need the teachers itself to be an excellent reader of the Al-Quran or the teacher itself have to learned from others the whole system before hand because if not, the teacher itself will makes the iqra’ system failed.

2) The teacher have to understand the whole system and objective of each of the books (simple system don’t worry :)),  so they will understand what they will teach according to student’s achievement rather than to finish the books.

3) The system really need individual one-to-one communication rather than classroom where everybody learn and jump up the book together. Thus, I proposed parents to enhance their self reading of Quran so they can help their children studying how to read quran at home.

4) From my experience teaching adults revert Muslim reading Qur’an, the iqra’ system is good tools for children who always learn things from repetitions and good at memorizing new alphabets of any language, but the adults have to start with a book or cassette which have the arabic alphabets with an introduction of its sound according to the rumi writings. They need that or they will be very blur when introduced to iqra’ system.

THE IQRA’ SYSTEM

As you aware my dear, the IQRA’ SYSTEM consist of 6 books. There are lots of people (I know since I just search it through yahoo and google) writing of the system according to education people language. But, I’m writing this system according to books,  since i think that is the most important things to understand for anybody who wants to teach  the qur’an.

BOOK 1: The QURANIC alphabets of alif till ya sound according to baris are repeated many times in the first book to make student memorizing by repeatitions each of the Quran’s alphabets. The teacher have to teach the students according to its baris and NEVER memanjangkan bacaan huruf as it is not correlated to any form of mad tajweed. If we make it spoiled like kita memanjangkan bacaan huruf or did not correct the students on makhraj huruf, we are the people who creates confusion to the children especially when we reached book 3-6.

BOOK 2: As akak aware, our Al-Quran ayah are consist of words which is not in straightforward alphabetical form likes tulisan rumi. Although I must admit it formed arts of calligraphy, it also makes us to learn more of this sort of ‘new’ alphabets and be familiarize with it before we encounter the Quran. Thus, Book 2 of Iqra’ System introduces this familiarization to the children before they encounter  the Quran itself.

iqra-2

BOOK 3: One common mistakes when reading Quran is on the harkat. The one which have to be read without harakat and the one which with harkat. Sometimes, its not we don’t know the words should be read in short, or the words should be read in long; but we tend to forget when we read. In Iqra’ 3 the mad is introduced. With repetitions, children will easily get used to which words to be read in short and long form. Again, this book 3 is also very useful as a self-study for adults who want to enhance their reading on long/short harkat weakness.

BOOK 4: In book 4, students are now introduced to tanwin or also popularly known as baris dua an,in,un and sukun (baris mati.)Here, in introducing baris tanwin, they actually introducing izhar halqy and when introducing sukun, they actually introduces nun sakinah, mim sakinah and also qalqalah without the hassle of our time remembering all of those tajweed forms. Ah, but no worries since the student and also the teacher did not have to be an excellent one in tajweed literature to teach on these part. All the teachers need is to have the “i can read so that i can teach people to read”. In my opinion, its really great to have this practicality to any people whom objective is “i want to be able to read Quran” rather than I want to be a well-verse person in Quran Tajweed Literature thingy. Though, I have to admit Quran Tajweed Literature is not a waste chapter to study. Whomever studying it in the sake of Allah, of course Allah will granted them more.

BOOK 5&6: In book 5&6, more of tajweed thingy of Quran is introduced but again with practicality and not of long literature on tajweed. Basically the teacher need only to tell them if we encounter ‘like of this  sequence of tanda’ in the Quran, how to read it. Finishing book 5 & 6, the students should be able to read the Quran insyaAllah.

To me, Iqra’ system is sequencing the Quranic teaching to the students with practicality. At the end of Book 6, the students should be able not only to read the Quran but also correct in every form of tajweed manner.The system is very well sequence and really I salute Allahyarham Ustaz Hj As’ad Humam who must be very experienced in teaching Quran till he formed ways to make people learn very quick when attending the Quran. May Allah rewards him with jannah for his effort makes children across Asia able to read Quran.

Today, you can found many more versions of ways to read Quran, some even using flash cards and also cd/cassetes. Every system i may found it special in its own way but somehow, I think Iqra’ system is universal since it doesn’t have any native other than Quranic language introduced.

If I were to asked of opinions whether the Iqra’ system need to be revised for making room of improvement to make people learning curve quicker, I will say yes.

ROOM FOR IMPROVEMENT

My revision suggestion will be:

1) To have each of the page CD/AUDIO from tahfeez students especially on the makhraj thingy since we people of ‘ajam are really not well-verse of makhraj the way tahfeez students did, so that the teacher may also learn before teaching the students.

2) To have flash cards of the BOOK 1 so the children will memorize quicker on each of Quranic alphabets

3) To have one introduction of phonic sound of each Arabic alphabets in 1 page before BOOK 1 to especially help the adults revert Muslim who are not as fast as children in catching up with new alphabets of new language

4) To have mind map system especially for book 4,5&6 so that when the children finish Book 6 and ready to read Qur’an, they will have quick references from the map if they forgot of how to read this kind of  tajweed annotations or ‘tanda baca’. This may not be of need to children who are quick at grabbing every new things but for adults revert Muslim, it will be kind of friendlier way of approach in reading Quran.

Oh, Kak Sarah if you ever to buy the Iqra’ book, pick new revised edition in the market. The one revised according to rasm uthmani by Kementerian Pendidikan Malaysia.

I guess Kak Sarah, it will be that for now. Good Luck in teaching them of Quran. Surely Allah will grant you with lights for every alphabets you teach them to read. Amin.

This video is dedicated for you. He may not well-verse due to Iqra’ system but this child really touches my heart when he read Quran.I hope Allah will grant me children whom can read Quran the way he is. Amin.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »